Toshiyuki Inuma, Presiden Direktur Astra Honda Motor (AHM) cukup optimistis produk ini bisa mendapatkan respon yang baik dari masyarakat.
"Kami sangat optimistis bahwa motor ini akan diterima secara antusias oleh para pengendara sepeda motor di Indonesia, dan akan meningkatkan level sekaligus menjadi standar baru sebuah sepeda motor," kata Toshiyuki dilansir Viva.
Kehadiran kendaraan yang berbasis pada Light Weight Super Sport Concept (LWSSC), yang dipamerkan pada Tokyo Motor Show 2015 tersebut, meramaikan persaingan motor sport kelas 250cc di Tanah Air.
CBR250RR akan berebut perhatian dengan Kawasaki Ninja 250 dan Yamaha YZF-R25, yang sudah lebih dulu beredar di Nusantara.
Saat ini Kawasaki Ninja masih menjadi raja di kelas 250cc. Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Ninja 250 mencapai angka penjualan sekitar 6.400 unit pada periode Januari-Mei 2016. Sementara pada periode waktu yang sama, Yamaha hanya berhasil melego 3.100 unit R25.
Kehadiran CBR250RR tentu saja akan mengubah peta persaingan kelas 250cc.
Kali ini kami akan coba membandingkan CBR250RR dengan Yamaha R25 dengan pertimbangan bahwa kedua motor itu dirakit di dalam negeri.
Desain
"Speed shape" menurut Honda berarti hanya dengan melihat, Anda sudah merasa bahwa motor itu bisa melesat dengan sangat cepat. Sudut-sudut tajam pada bagian fairing dan buritan seperti ingin menunjukkan bahwa CBR250RR adalah motor sport yang sesungguhnya.
Dua lampu depan LED yang sipit semakin menambah kegarangan motor dua silinder dari Honda ini.
Secara keseluruhan, CBR250RR bagi kami tampak sangat futuristis.
Sementara itu, penampakan R25 juga tak kalah sporty. Apalagi motor ini mengambil desain dasar YZR-M1, motor yang digunakan dalam ajang MotoGP.
Rancangan lampu depan membuat R25 tampak segarang hiu jika dilihat dari depan, namun tutup mesin yang agak gemuk cukup mengganggu pemandangan.
CBR250RR memiliki dimensi panjang 2.060mm, tinggi 724mm, dan lebar 1.098 mm. Sedangkan R25 berdimensi panjang 2.090mm, tinggi 720mm, dan lebar 1.135mm.
Jarak jarak poros roda depan dengan belakang (wheelbase) CBR250RR mencapai 1.389 mm dan tinggi jok ke tanah (seat high) 790mm. R25 wheelbase-nya 1.380 mm dengan seat high 780 mm.
Desain tersebut, menurut Solopos, membuat posisi berkendara pada CBR250RR akan lebih membungkuk ketimbang R25.
Mesin
Honda CBR250RR dipersenjatai mesin dua silinder 249,7cc dengan bore x stroke: 62 x 41,4 mm dan kompresi 11,5:1.Besar tenaga dan torsi puncak belum dirilis Honda memperkirakan tenaga maksimalnya akan mencapai 35hp--, tetapi, menurut Otomotif.net, melihat ukuran bore x stroke agaknya tenaga CBR250RR akan "meledak" di putaran atas dan biasa saja pada putaran bawah.
Yamaha R25 menggunakan mesin 249cc dengan bore x stroke 60,0 mm x 44,1 mm dan kompresi 11,6:1. Tenaga maksimum mesin dua silinder yang digunakannya mencapai 35,5hp pada 12.000rpm dengan torsi maksimal 22,6 Nm pada 10.000rpm.
Pengendalian
Suspensi depan upside down (USD) atau disebut juga inverted fork, menjadi salah satu kelebihan CBR250RR yang tidak dimiliki pesaingnya. Penggunaan suspensi USD membuat motor ini memiliki grip yang lebih baik.Selain itu, dengan lengan ayun tipe gull-arm yang terbuat dari aluminium melalui proses Gravity Dies Casting (GDC) membuat massa unsprungberkurang sehingga motor lebih nyaman dikendalikan.
Yamaha R25, dipaparkan Liputan6, menggunakan lengan ayun yang dirancang Asimetris dengan bahan baja yang dikawinkan dengan suspensi belakang Monocross Twin Tube ini diklaim menghasilkan pengendalian yang lebih stabil saat menikung dan pada kecepatan tinggi.
Teknologi pendukung
Salah satu jualan utama CBR250RR yang tidak dimiliki pesaingnya saat ini adalah Throttle by Wire alias sistem gas tanpa kabel. Penggunaan teknologi ini membuat Honda bisa memberikan 3 pilihan fitur berkendara pada CBR250RR, yaitu Comfort, Sport, dan Sport+.Comfort digunakan saat pengemudi ingin berkendara santai dan nyaman, biasanya dalam pemakaian harian. Sedangkan mode Sport dan Sport+ digunakan untuk berkendara lebih agresif.
CBR250RR adalah motor pertama di kelasnya yang menggunakan teknologi canggih ini.
Sementara fitur R25, mengutip Otorider.com, termasuk standar di kelasnya, seperti spidometer kombinasi digital dan analog dengan Multi-Information Display (MID) dan shift light.
Harga
Ini adalah salah satu aspek penting bagi konsumen di Indonesia, meskipun pecinta motor sport biasanya tidak terlalu gentar dengan harga mahal untuk membawa pulang kendaraan yang menarik hatinya.Honda belum merilis harga pasti CBR250RR. Mereka hanya memberi ancar-ancar harga antara Rp63 juta - Rp68 juta untuk versi standar dan Rp69 juta - Rp74 juta untuk versi ABS.
Harga tersebut jelas jauh lebih mahal ketimbang R25 yang mematok Rp55,6 juta untuk versi standar dan Rp61,6 juta untuk versi ABS.
Walau demikian, teknologi terbaru yang diusung CBR250RR membuat harganya lebih mahal tersebut terasa bisa dimengerti.






0 komentar:
Posting Komentar